Tuesday, January 2, 2018

Pengertian Desa dan Pertanian - Sosiologi Pertanian





DESA DAN PERTANIAN
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sosiologi Pertanian

Disusun Oleh :
KELOMPOK 4 :
1.HENU FIKRI PERMADI
2. DANI RAHMAT FAUZAN
3. KEVIN ANDIKA PRATAMA
4. HERU ADITTIYAN
5. MOHAMMAD ADIL FADILAH

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS

 UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI
 
FAKULTAS PERTANIAN






Pertanian di Desa
Pertanian dalam arti luas dari sudut pandang bahasa (etimologi) terdiri atas dua kata, yaitu agri atau ager yang berarti tanah dan culture atau colore yang berati pengelolaan. Jadi pertanian dapat diartikan sebagai kegiatan pengelolaan tanah. Pengelolaan tanah untuk kepentingan kelangsungan hidup manusia. Menurut Mosher pertanian adalah suatu bentuk produksi yang khas dan didasarkan pada proses pertumbuhan tanaman dan hewan dalam suatu usaha tani dimana kegiatan produksi merupakan bisnis sehingga pengeluaran dan pendapatan sangat penting. Petani adalah manusia yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan hewan tersebut. Proses produksi bisa berlangsung tanpa campur tangan manusia yang dapat dilihat pada tumbuhan liar. Hal tersebut belum disebut pertanian. Turut sertanya manusia dalam perkembangan tumbuhan dan hewan sehingga menjadikan pertumbuhan tersebut menjadi lebih sesuai dengan kemauan dan kebutuhan disebut dengan pertanian. Contoh dari hal ini adalah pertanian padi yang harus mengikutkan manusia dalam proses produksinya.
Usaha tani adalah proses produksi tanaman dan hewan yang dikelola oleh petani yang dapat berlangsung apabila terdapat lahan yang luas. Lahan tersebut dinamakan usaha tani. Pertanian rakyat dicirikan dengan tidak jelasnya pemisahan kegiatan keluarga dengan kegiatan perusahaan, tenaga keluarga tidak diperhitungkan sebagai biaya dan skala usaha relatif kecil. Ciri –ciri pertanian di Indonesia adalah:
1.    Pertanian tropika
 Sebagian besar daerah di Indonesia berada di dekat katulistiwa yang berarti merupakan daerah tropika. Dengan demikian jenis tanaman, hewan, perikanan, dan hutan sangat dipengaruhi oleh iklim tropis (pertanian tropika). Di samping itu ada pengaruh lain yang menentukan corak pertanian kita yaitu bentuk negara berkepulauan dan topografinya yang bergunung-gunung.
Letaknya yang di antara Benua Asia dan Australia serta antara Lautan Hindia dan Pasifik, memberikan pengaruh pada suhu udara, arah angin yang berakibat adanya perbedaan iklim di Indonesia, sehingga menimbulkan ciri pertanian Indonesia merupakan kelengkapan ciri-ciri pertanian yang lain.
Pertanian dataran tinggi dan rendah
Indonesia merupakan daerah volkano (memiliki banyak gunung), sehingga memungkinkan mempunyai daerah yang mempunyai ketinggian dan dataran rendah. Dataran tinggi mempunyai iklim dingin, sehingga bisa ditanami tanaman beriklim subtropis.
Pertanian iklim basah (Indonesia barat) dan pertanian iklim kering (Indonesia timur).
Indonesia bagian barat yang (Sumatra, Kalimantan, Jawa, sebagian Sulawesi) mempunyai iklim basah : banyak hujan, sedangkan bagian Indonesia lain terutama Indonesia bagian timur (NTB, NTT, Maluku) iklimnya kering.
Pertanian di Jawa dan Luar Jawa.
 Daerah Jawa dan luar Jawa mempunyai spesifikasi yang berbedaJawa umumnya : tanah subur, penduduk padat
 luar Jawa umumnya : tanah kurang subur, penduduk jarang
mempengaruhi corak pertanian: pertanian di jawa umumnya merupakan tanaman bahan pangan, berskala kecil, sedangkan pertanian di luar jawa umumnya perupakan perkebunan, kehutanan, berskala lebih luas.
Daratan Indonesia terbagi menjadi :
1.tanah rawa yaitu lahan yang tergenang sepanjang masa,
2. lahan kering yaitu lahan yang tidak mendapat air irigasi, dan
3.pertanian basah yaitu lahan yang beririgasi.
Pertanian / tanah sawah beririgasi, tadah hujan, sawah lebak, sawah pasang surut

Penggolongan ini adalah penggolongan lahan yang ditanami padi. Sawah yang beririgasi bersumberkan bendung sungai, dam/waduk, mata air, dll.berdasarkan fasilitas teknisnya dibagi menjadi irigasi teknis, setengah teknis, dan sederhana.
Lahan/sawah tadah hujan sebenarnya juga mempunyai saluran irigasi tetapi sumber airnya berasal dari air hujan. sawah lebak mendapat air terus menerus sepanjang masa.Sawah pasang surut mendapat air dari air sungai yang pasang karena air laut yang sedang pasang, sering juga terdapat saluran irigasi.
Petani adalah manusia yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan hewan tersebut. Proses produksi bisa berlangsung tanpa campur tangan manusia yang dapat dilihat pada tumbuhan liar. Hal tersebut belum disebut pertanian. Turut sertanya manusia dalam perkembangan tumbuhan dan hewan sehingga menjadikan pertumbuhan tersebut menjadi lebih sesuai dengan kemauan dan kebutuhan disebut dengan pertanian. Contoh dari hal ini adalah pertanian padi yang harus mengikutkan manusia dalam proses produksinya.
Usaha tani adalah proses produksi tanaman dan hewan yang dikelola oleh petani yang dapat berlangsung apabila terdapat lahan yang luas. Lahan tersebut dinamakan usaha tani. Pertanian rakyat dicirikan dengan tidak jelasnya pemisahan kegiatan keluarga dengan kegiatan perusahaan, tenaga keluarga tidak diperhitungkan sebagai biaya dan skala usaha relatif kecil. Ciri –ciri pertanian di Indonesia adalah:
angin yang berakibat adanya perbedaan iklim di Indonesia, sehingga menimbulkan ciri pertanian Indonesia merupakan kelengkapan ciri-ciri pertanian yang lain.
Pertanian / tanah sawah beririgasi, tadah hujan, sawah lebak, sawah pasang surut
 Penggolongan ini adalah penggolongan lahan yang ditanami padi. Sawah yang beririgasi bersumberkan bendung sungai, dam/waduk, mata air, dll.
Berdasarkan fasilitas teknisnya dibagi menjadi irigasi teknis, setengah teknis, dan sederhana.
Lahan/sawah tadah hujan sebenarnya juga mempunyai saluran irigasi tetapi sumber airnya berasal dari air hujan. Sawah lebak mendapat air terus menerus sepanjang masa. Sawah pasang surut mendapat air dari air sungai yang pasang karena air laut yang sedang pasang, sering juga terdapat saluran irigasi.

PETANI MEMANFAATKAN AIR PEGUNUNGAN
Untuk pengairan sendiri, masyarakat Desa Situsari khususnya petani memanfaatkan sumber air yang berasal dari pegunungan Desa Situsari untuk mengairi areal pertanian mereka dengan menggunakan pipa paralon. pengairan merupakan kendala utama untuk para petani khususnya pada musim kemarau. Pada musim kemarau para petani hanya memanfaatkan pengairan tadah hujan sehingga menyebabkan penurunan produktivitas pertanian yang mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat yang mayoritasnya petani. Selain di pengairan masalah utama lainnya adalah tidak adanya Koperasi Simpan Pinjam di Desa Situsari untuk membantu permodalan para petani.