DESA
DAN PERTANIAN
Disusun
Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Sosiologi Pertanian
Disusun Oleh :
KELOMPOK
4 :
1.HENU
FIKRI PERMADI
2.
DANI RAHMAT FAUZAN
3.
KEVIN ANDIKA PRATAMA
4.
HERU ADITTIYAN
5.
MOHAMMAD ADIL FADILAH
PROGRAM
STUDI AGRIBISNIS
UNIVERSITAS SWADAYA GUNUNG JATI
FAKULTAS
PERTANIAN
Pertanian di
Desa
Pertanian dalam arti luas dari sudut pandang bahasa
(etimologi) terdiri atas dua kata, yaitu agri atau ager yang berarti tanah dan
culture atau colore yang berati pengelolaan. Jadi pertanian dapat diartikan
sebagai kegiatan pengelolaan tanah. Pengelolaan tanah untuk kepentingan
kelangsungan hidup manusia. Menurut Mosher pertanian adalah suatu bentuk
produksi yang khas dan didasarkan pada proses pertumbuhan tanaman dan hewan
dalam suatu usaha tani dimana kegiatan produksi merupakan bisnis sehingga
pengeluaran dan pendapatan sangat penting. Petani adalah manusia yang
mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan hewan tersebut. Proses produksi bisa
berlangsung tanpa campur tangan manusia yang dapat dilihat pada tumbuhan liar.
Hal tersebut belum disebut pertanian. Turut sertanya manusia dalam perkembangan
tumbuhan dan hewan sehingga menjadikan pertumbuhan tersebut menjadi lebih
sesuai dengan kemauan dan kebutuhan disebut dengan pertanian. Contoh dari hal
ini adalah pertanian padi yang harus mengikutkan manusia dalam proses
produksinya.
Usaha tani adalah proses produksi tanaman dan hewan
yang dikelola oleh petani yang dapat berlangsung apabila terdapat lahan yang
luas. Lahan tersebut dinamakan usaha tani. Pertanian rakyat dicirikan dengan
tidak jelasnya pemisahan kegiatan keluarga dengan kegiatan perusahaan, tenaga
keluarga tidak diperhitungkan sebagai biaya dan skala usaha relatif kecil. Ciri
–ciri pertanian di Indonesia adalah:
1. Pertanian tropika
Sebagian besar daerah di Indonesia berada di
dekat katulistiwa yang berarti merupakan daerah tropika. Dengan demikian jenis
tanaman, hewan, perikanan, dan hutan sangat dipengaruhi oleh iklim tropis
(pertanian tropika). Di samping itu ada pengaruh lain yang menentukan corak
pertanian kita yaitu bentuk negara berkepulauan dan topografinya yang
bergunung-gunung.
Letaknya yang di antara Benua Asia dan Australia serta
antara Lautan Hindia dan Pasifik, memberikan pengaruh pada suhu udara, arah
angin yang berakibat adanya perbedaan iklim di Indonesia, sehingga menimbulkan
ciri pertanian Indonesia merupakan kelengkapan ciri-ciri pertanian yang lain.
Pertanian
dataran tinggi dan rendah
Indonesia merupakan daerah volkano (memiliki banyak
gunung), sehingga memungkinkan mempunyai daerah yang mempunyai ketinggian dan
dataran rendah. Dataran tinggi mempunyai iklim dingin, sehingga bisa ditanami
tanaman beriklim subtropis.
Pertanian
iklim basah (Indonesia barat) dan pertanian iklim kering (Indonesia timur).
Indonesia bagian barat yang (Sumatra, Kalimantan,
Jawa, sebagian Sulawesi) mempunyai iklim basah : banyak hujan, sedangkan bagian
Indonesia lain terutama Indonesia bagian timur (NTB, NTT, Maluku) iklimnya
kering.
Pertanian di
Jawa dan Luar Jawa.
Daerah Jawa dan
luar Jawa mempunyai spesifikasi yang berbedaJawa umumnya : tanah subur,
penduduk padat
luar Jawa
umumnya : tanah kurang subur, penduduk jarang
mempengaruhi corak pertanian: pertanian di jawa
umumnya merupakan tanaman bahan pangan, berskala kecil, sedangkan pertanian di
luar jawa umumnya perupakan perkebunan, kehutanan, berskala lebih luas.
Daratan Indonesia terbagi menjadi :
1.tanah rawa yaitu lahan yang tergenang sepanjang
masa,
2. lahan kering yaitu lahan yang tidak mendapat air
irigasi, dan
3.pertanian basah yaitu lahan yang beririgasi.
Pertanian / tanah sawah beririgasi,
tadah hujan, sawah lebak, sawah pasang surut
Penggolongan ini adalah penggolongan lahan yang
ditanami padi. Sawah yang beririgasi bersumberkan bendung sungai, dam/waduk,
mata air, dll.berdasarkan fasilitas teknisnya dibagi menjadi irigasi teknis,
setengah teknis, dan sederhana.
Lahan/sawah tadah hujan sebenarnya juga mempunyai
saluran irigasi tetapi sumber airnya berasal dari air hujan. sawah lebak
mendapat air terus menerus sepanjang masa.Sawah pasang surut mendapat air dari
air sungai yang pasang karena air laut yang sedang pasang, sering juga terdapat
saluran irigasi.
Petani adalah manusia yang mempengaruhi pertumbuhan
tanaman dan hewan tersebut. Proses produksi bisa berlangsung tanpa campur
tangan manusia yang dapat dilihat pada tumbuhan liar. Hal tersebut belum
disebut pertanian. Turut sertanya manusia dalam perkembangan tumbuhan dan hewan
sehingga menjadikan pertumbuhan tersebut menjadi lebih sesuai dengan kemauan
dan kebutuhan disebut dengan pertanian. Contoh dari hal ini adalah pertanian
padi yang harus mengikutkan manusia dalam proses produksinya.
Usaha tani adalah proses produksi tanaman dan hewan
yang dikelola oleh petani yang dapat berlangsung apabila terdapat lahan yang
luas. Lahan tersebut dinamakan usaha tani. Pertanian rakyat dicirikan dengan
tidak jelasnya pemisahan kegiatan keluarga dengan kegiatan perusahaan, tenaga
keluarga tidak diperhitungkan sebagai biaya dan skala usaha relatif kecil. Ciri
–ciri pertanian di Indonesia adalah:
angin yang berakibat adanya perbedaan iklim di
Indonesia, sehingga menimbulkan ciri pertanian Indonesia merupakan kelengkapan
ciri-ciri pertanian yang lain.
Pertanian /
tanah sawah beririgasi, tadah hujan, sawah lebak, sawah pasang surut
Penggolongan
ini adalah penggolongan lahan yang ditanami padi. Sawah yang beririgasi
bersumberkan bendung sungai, dam/waduk, mata air, dll.
Berdasarkan fasilitas teknisnya dibagi menjadi irigasi
teknis, setengah teknis, dan sederhana.
Lahan/sawah
tadah hujan sebenarnya juga mempunyai saluran irigasi tetapi sumber airnya
berasal dari air hujan. Sawah lebak mendapat air terus menerus sepanjang masa.
Sawah pasang surut mendapat air dari air sungai yang pasang karena air laut
yang sedang pasang, sering juga terdapat saluran irigasi.
PETANI MEMANFAATKAN AIR PEGUNUNGAN
Untuk
pengairan sendiri, masyarakat Desa Situsari khususnya petani memanfaatkan
sumber air yang berasal dari pegunungan Desa Situsari untuk mengairi areal
pertanian mereka dengan menggunakan pipa paralon. pengairan merupakan kendala
utama untuk para petani khususnya pada musim kemarau. Pada musim kemarau para
petani hanya memanfaatkan pengairan tadah hujan sehingga menyebabkan penurunan
produktivitas pertanian yang mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat yang
mayoritasnya petani. Selain di pengairan masalah utama lainnya adalah tidak
adanya Koperasi Simpan Pinjam di Desa Situsari untuk membantu permodalan para
petani.